Rapat Koordinasi Awal Ajaran Baru 2023/2024: Banyak Inovasi dari Prodi Pendidikan Matematika UMM

Prodi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan rapat koordinasi awal ajaran baru 2023/2024 pada hari Sabtu, 9 September 2023. Rapat ini diikuti oleh seluruh dosen prodi pendidikan matematika dan membahas berbagai hal terkait dengan persiapan dan pelaksanaan perkuliahan serta kegiatan pendukung lainnya.   Ketua Prodi Pendidikan Matematika UMM, Bapak Adi Slamet Kusumawardana, M.Si, mengatakan bahwa rapat koordinasi ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap awal semester untuk menyamakan persepsi dan mengevaluasi kinerja prodi. Ia juga menambahkan bahwa rapat ini menjadi ajang untuk berbagi ide dan inovasi baru dalam proses pembelajaran.   “Kami ingin terus meningkatkan kualitas pendidikan matematika di UMM dengan mengembangkan metode dan media pembelajaran yang efektif, kreatif, dan menyenangkan. Kami juga ingin memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa kami dengan melibatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan yang menantang dan mengasah kemampuan mereka,” ujar Bapak Adi.   Beberapa hal yang dibahas dalam rapat koordinasi ini antara lain adalah penjadwalan perkuliahan, penentuan dosen pengampu mata kuliah, penyusunan silabus dan RPS, penyiapan bahan ajar dan evaluasi, serta rencana kegiatan akademik dan non-akademik lainnya. Selain itu, rapat ini juga membahas tentang strategi untuk meningkatkan kerjasama dengan pihak-pihak eksternal, seperti sekolah-sekolah mitra, lembaga penelitian, industri, dan masyarakat.   “Kami berharap dengan adanya rapat koordinasi ini, kami bisa menyelaraskan visi dan misi prodi pendidikan matematika UMM dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Kami juga berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi pengembangan pendidikan matematika di Indonesia,” tutur Bapak Adi   *AAPR

Tim UMM Gelar Kampanye Sekolah Sehat Bagi 30 Sekolah Di TTS

Tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan sosialisasi Kampanye Sekolah Sehat (KSS) untuk 30 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada 4-6 September 2023. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya UMM untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan di daerah terpencil.   Prof. Dr. Yus M.Cholily, salah satu narasumber dalam sosialisasi ini, mengatakan bahwa tujuan KSS adalah untuk membangun kolaborasi antara pemerintah, sekolah, masyarakat, dan pihak lain yang terkait dalam menerapkan sekolah sehat dan meningkatkan kesehatan peserta didik. Ia menekankan pentingnya tiga aspek kesehatan, yaitu sehat bergizi, sehat fisik, dan sehat imunisasi.   “Kami ingin anak-anak di sini mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan sehat secara fisik dan mental. Dengan demikian, mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang cerdas, produktif, dan berkontribusi bagi bangsa,” ujar Prof. Yus.   Salah satu peserta sosialisasi, Melkior, mengaku senang dan berterima kasih atas kegiatan ini. Ia mengatakan bahwa sosialisasi ini memberikan wawasan dan motivasi baru bagi dirinya dan guru-guru lainnya untuk menerapkan sekolah sehat di sekolahnya.   “Kami sangat membutuhkan bimbingan dan dukungan dari pihak-pihak yang lebih berpengalaman dalam hal ini. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini saja, tetapi bisa berlanjut dengan program-program lain yang bisa membantu kami meningkatkan kualitas sekolah kami,” kata Melkior.   Prof. Dr. Baiduri, dosen prodi pendidikan matematika UMM yang juga ikut dalam tim sosialisasi, mengatakan bahwa UMM akan terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan di Indonesia, khususnya di daerah-daerah terpencil. Ia menyebutkan bahwa UMM memiliki beberapa program unggulan yang bisa dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, seperti program beasiswa, pelatihan guru, bantuan sarana dan prasarana, serta penelitian dan pengabdian masyarakat. “Kami berharap dengan adanya sosialisasi KSS ini, sekolah-sekolah di TTS bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya dalam mewujudkan sekolah sehat. Kami juga siap untuk membantu dan bekerja sama dengan semua pihak yang peduli dengan pendidikan dan kesehatan anak-anak Indonesia,” tutur Prof. Baiduri *AAPR