Workshop Peningkatan Kompetensi GTK Bidang Numerasi bersama SMKN 1 Bandung Tulungagung

Bahan ajar mempunyai beragam bentuk sesuai dengan kebutuhan pengguna. Salah satu contoh bahan ajar yaitu berbentuk modul. Penyusunan modul menyesuaikan dengan pengguna, dalam hal ini siswa. Modul pada Kurikulum Merdeka berbentuk bahan ajar yang disusun sebagai referensi pembelajaran siswa.   SMKN 1 Bandung Tulungagung sangat bersemangat dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Kepala SMKN 1 Bandung Tulungagung, Bapak Syaiful Huda, menyampaikan bahwa pada Bulan Oktober 2023, sekolah mempunyai proyek dengan sasaran guru matematika dan Bahasa Indonesia yang tergabung pada GTK berupa penyusunan modul sebagai bahan ajar. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi guru di bidang numerasi untuk domain aljabar, khususnya. Kepala Sekolah mempunyai kendala dalam pendampingan penyusunan modul. Oleh karena itu, alumni Prodi Pendidikan Matematika yang saat ini menjadi guru SMKN 1 Bandung Tulungagung, Bapak Maksum, meminta bantuan kepada prodi untuk dilaksanakan workshop.   Program pengabdian kepada masyarakat oleh dosen Prodi Pendidikan Matematika menyambut baik ajakan Bapak Maksum untuk menyelenggarakan workshop. Pada Hari Kamis, 5 Oktober 2023 akhirnya diselenggarakan workshop peningkatan kompetensi GTK bidang numerasi dengan domain aljabar. Kegiatan ini melibatkan 15 guru SMKN 1 Bandung Tulungagung untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Acara dibuka oleh ketua tim pengabdian kepada masyarakat, Bapak Drs. Marhan Taufik, M.Si. dengan penuh semangat agar peserta workshop aktif menyusun modul. Pemateri pertama yaitu, Bapak Dr. Moh. Mahfud Effendi, M.M menyampaikan tentang esensi numerasi pada Kurikulum Merdeka. Selanjutnya, materi tentang integrasi numerasi pada penyusunan modul sebagai bahan ajar disampaikan oleh Siti Khoiruli Ummah, M.Pd. Guru tampak antusias menyimak dan aktif membuat soal AKM sebagai penciri numerasi. Salah satu peserta workshop menjelaskan “saya baru pertama kali menyusun modul sebagai bahan ajar. Apalagi dengan domain aljabar. Namun pada workshop ini, saya menjadi paham dengan kaidah amati, tiru dan modifikasi sehingga soal AKM yang selama ini sudah disusun sebagai ANBK diubah konteks dan kontennya sesuai dengan lingkungan siswa disini”. Materi terakhir disampaikan oleh Ibu Reni Dwi Susanti, M.Pd tentang teknis penyusunan modul sebagai bahan ajar. Diawali dari pembuatan cover melalui aplikasi Canva berbasis web, guru antusias memilih desain cover yang disukai. Acara diakhiri dengan penugasan penyusunan isi dari modul sebagai bahan ajar dimana rumah atau template telah dibuat pada workshop ini.

Kuliah Tamu: Bedah Judul PKM

Pada hari Senin, 2 oktober 2023, Pendidikan Matematika UMM menyelenggarakan kuliah tamu dengan tema “Bedah Judul PKM” yang bertujuan untuk membantu mahasiswa dalam memahami dan mengembangkan judul proposal Penelitian, Karya Tulis Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) mereka. Kuliah tamu ini dihadiri oleh mahasiswa pendidikan matematika yang tertarik untuk mendalami topik PKM yang mereka pilih. Kuliah tamu dimulai dengan Sambutan Ketua prodi pendidikan matematika yang mengapresiasi kehadiran para mahasiswa dan pentingnya pengembangan PKM dalam dunia akademik. Beliau juga memberikan motivasi dan dorongan kepada mahasiswa untuk menjalani proses PKM dengan semangat dan dedikasi tinggi. Setelah itu, narasumber utama, Dr. Andi Muhammad Irfan Taufan Asfar, MT., M.Pd Alumni Universitas Muhammadiyah Bone mengawalinya dengan memberikan penjelasan tentang pentingnya memilih judul PKM yang tepat dan relevan. Beliau menjelaskan bahwa judul yang baik harus mencerminkan tujuan penelitian, memiliki kebaruan, dan memberikan manfaat yang jelas bagi masyarakat. Beliau juga berbagi pengalaman pribadi dan contoh-contoh judul PKM yang telah sukses dilaksanakan oleh mahasiswa sebelumnya. Contoh judul PKM yang dimaksud adalah PKM-K, PKM-KC, PKM-KI, PKM-PM, PKM-RSH, dan PKM-RE. Beliau mengajak mahasiswa untuk berpikir kreatif dan berani merekomendasikan judul yang unik namun tetap sesuai dengan Minat masing-masing.   Selanjutnya Beliau memberikan tips dan panduan praktis tentang cara mengembangkan judul PKM yang baik. Beliau menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam proses pengembangan judul, seperti melakukan studi literatur, mengidentifikasi permasalahan, merumuskan hipotesis, dan menentukan metode penelitian yang tepat. Selama presentasi, siswa pun aktif bertanya dan berdiskusi dengan Beliau. Mereka berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi dalam memilih judul PKM mereka. Beliau dengan sabar menjawab setiap pertanyaan dan memberikan saran yang berguna bagi siswa. Kuliah tamu ini diakhiri dengan sesi tanya jawab terbuka, di mana siswa dapat mengajukan pertanyaan atau berbagi ide-ide mereka dengan narasumber dan teman-teman mereka. Sesi ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi dan belajar dari pengalaman satu sama lain.   Dengan adanya kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang proses pengembangan judul PKM. Mereka diharapkan mampu menghasilkan judul PKM yang berkualitas dan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kuliah tamu ini diakhiri dengan apresiasi pemberian sertifikat kepada narasumber dan ucapan terima kasih kepada narasumber dan semua peserta yang telah hadir. Semoga kuliah tamu ini menjadi langkah awal yang bermanfaat bagi siswa dalam mengembangkan judul PKM mereka dan mencapai kesuksesan dalam penelitian dan pengabdian mereka kepada masyarakat.