Pendidikan Matematika UMM Dorong Kompetensi Abad 21 Guru melalui Pelatihan Desain Proyek Pembelajaran Matematika Berbasis 6C
Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang terus memperkuat perannya dalam menjembatani kajian akademik dengan praktik pembelajaran di sekolah melalui kegiatan Pelatihan Desain Proyek Pembelajaran Matematika Berbasis 6C untuk Meningkatkan Kompetensi Abad 21. Kegiatan ini dilaksanakan pada 8 Januari 2026 dan bertempat di SMP Muhammadiyah 1 Malang. Pelatihan ini menghadirkan Prof. Dr. Moh. Mahfud Effendi sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pergeseran paradigma pembelajaran matematika dari yang berorientasi pada hasil akhir menuju proses berpikir, kolaborasi, serta pemecahan masalah nyata melalui integrasi enam kompetensi abad ke-21 (6C). Menurut Prof. Mahfud, pembelajaran berbasis proyek memberi ruang bagi siswa untuk tidak hanya “mengerti rumus”, tetapi juga memahami makna dan kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan ini, siswa dilatih berpikir kritis, kreatif, serta mampu berkomunikasi dan bekerja sama secara efektif. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya diseminasi inovasi pembelajaran yang secara konsisten dilakukan oleh Pendidikan Matematika UMM kepada sekolah mitra. Melalui pelatihan ini, ide-ide pengembangan pembelajaran yang lahir dari dunia akademik dapat langsung diterjemahkan ke dalam praktik pembelajaran di kelas. Pandangan positif juga disampaikan oleh perwakilan guru matematika, Farida Ulfa, M.Pd. Ia menilai pelatihan ini memberikan perspektif baru bagi guru dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih bermakna. “Selama ini pembelajaran proyek sering dianggap sulit diterapkan di matematika. Melalui pelatihan ini, kami jadi lebih paham bagaimana merancang proyek yang tetap sesuai dengan materi, tetapi juga melatih keterampilan abad 21 siswa,” ungkap Farida. Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis 6C sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini dan dapat membantu guru keluar dari pola pembelajaran yang terlalu prosedural. Pelatihan dikemas secara interaktif melalui diskusi, contoh desain proyek, serta refleksi bersama yang mendorong guru untuk langsung mengaitkan materi matematika dengan konteks pembelajaran di sekolah masing-masing. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif guru dalam sesi diskusi dan berbagi pengalaman mengajar. Melalui kegiatan ini, Pendidikan Matematika UMM berharap diseminasi praktik pembelajaran inovatif dapat terus diperluas, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam membangun pembelajaran matematika yang adaptif terhadap tantangan abad ke-21.