Sambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, PMAT UMM Sampaikan Ucapan Selamat dan Semangat Berkorban

Prodi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara resmi menyampaikan ucapan “Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah” kepada seluruh umat Muslim melalui publikasi pamflet digital resmi. Melalui rilis kartu ucapan bernuansa Islami yang menampilkan visualisasi hewan kurban berupa kambing dan sapi dengan latar belakang masjid, program studi mengajak seluruh civitas akademika untuk memaknai momentum hari raya kurban ini dengan penuh rasa syukur. Peringatan hari besar keagamaan ini juga dimanfaatkan oleh PMAT UMM sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat nilai-nilai ketulusan, keikhlasan, dan kepedulian sosial dalam berbagi kebaikan kepada sesama di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

Tafsirkan Konsep Luas dalam Al-Qur’an, PMAT UMM Integrasikan Ilmu Matematika dengan Nilai-Nilai Islam

Prodi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan seri edukasi digital bertajuk “Matematika dalam Al-Qur’an: Dari ruang luas ke-kehidupan”. Melalui visualisasi rumus luas persegi panjang ($L = p \times l$), program studi ini menegaskan bahwa matematika bukan sekadar angka dan rumus, melainkan bahasa untuk memahami keteraturan ciptaan Allah SWT sekaligus sarana menyelesaikan masalah nyata. Integrasi nilai keislaman ini disandarkan pada QS. Al-Mulk ayat 15 yang mengajarkan tentang ketertiban dan keseimbangan, di mana Allah menciptakan bumi dengan ukuran, bentuk, dan keteraturan yang dapat diukur, dihitung, serta dimanfaatkan manusia secara bijak. Konsep “luas” tersebut kemudian diimplementasikan ke dalam empat konteks kehidupan sehari-hari, meliputi sektor pertanian (menentukan luas lahan untuk hasil panen), arsitektur (menghitung luas bangunan sebelum konstruksi), ekonomi (menghitung luas toko atau gudang demi efisiensi biaya), serta geografi (menghitung luas wilayah dan daerah resapan air untuk pelestarian alam). Melalui pendekatan komprehensif ini, PMAT UMM membuktikan diri sebagai lembaga yang bergerak “lebih dari sekadar angka” dengan mencetak lulusan yang menguasai konsep matematika yang kuat, mampu menghubungkan ilmu dengan nilai Islam, berpikir kritis-solutif, serta siap menjadi pendidik, peneliti, hingga inovator di era digital.