Komitmen penguatan pendidikan lintas negara kembali ditunjukkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Sekolah Bersepadu Musa-Asiah (SEPAMA), Phnom Penh, Kamboja. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung oleh Dr. Reni Dwi Susanti, M.Pd, bersama Prof. Moh. Mahfud Effendi, M.M, dengan sasaran utama guru-guru di sekolah komunitas tersebut.

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kondisi pembelajaran yang masih didominasi pendekatan konvensional, khususnya pada pembelajaran matematika. Guru-guru di SEPAMA memiliki semangat dan komitmen yang tinggi, namun masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pelatihan pedagogis dan pemanfaatan teknologi pembelajaran. Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berupaya memperkenalkan pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) yang dipadukan dengan teknologi digital secara sederhana dan kontekstual.

Dalam pelaksanaannya, Dr. Reni Dwi Susanti memberikan pendampingan kepada guru dalam merancang pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan kehidupan siswa. Guru dikenalkan pada berbagai strategi pembelajaran berbasis proyek serta pemanfaatan media digital untuk membantu visualisasi konsep dan meningkatkan keterlibatan siswa di kelas. Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis, di mana guru tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi selama mengajar.

Kepala Sekolah Bersepadu Musa-Asiah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan dan pendampingan yang diberikan sangat membantu guru dalam membuka wawasan baru tentang pembelajaran yang lebih kreatif dan bermakna. Ia juga menekankan bahwa kegiatan seperti ini penting bagi sekolah komunitas, terutama dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di tengah keterbatasan sarana.

Hasil kegiatan menunjukkan respons yang positif dari para guru. Beberapa guru mulai menyadari pentingnya mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks kehidupan siswa dan mencoba memanfaatkan media digital secara bertahap. Meskipun implementasi penuh masih memerlukan pendampingan lanjutan, kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun budaya pembelajaran yang lebih inovatif di lingkungan sekolah.

Selain pelatihan, kegiatan ini juga menghasilkan modul dan rancangan pembelajaran sederhana yang dapat digunakan guru sebagai referensi. Ke depan, hasil kegiatan ini akan dikembangkan lebih lanjut dalam bentuk publikasi ilmiah sebagai bagian dari diseminasi praktik baik pengabdian masyarakat.

Melalui kegiatan ini, FKIP UMM menegaskan perannya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga pada level internasional. Kolaborasi dengan sekolah komunitas di Kamboja ini diharapkan dapat menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan dalam pengembangan pendidikan yang inklusif dan bermakna.