Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Sekolah Berspadu Musa–Asia (SEPAMA), Kamboja, pada 14–16 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya internasionalisasi pengabdian sekaligus kontribusi nyata UMM dalam penguatan kualitas pembelajaran di sekolah mitra luar negeri.

Kegiatan pengabdian ini mengusung tema penguatan kompetensi guru melalui pembelajaran STEAM kontekstual, yang dirancang khusus untuk menjawab tantangan pembelajaran di sekolah daerah. Melalui pendekatan ini, guru didorong untuk mengintegrasikan pembelajaran lintas mata pelajaran, pembelajaran berbasis proyek, serta pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar yang bermakna bagi siswa.

Kegiatan diisi oleh Prof. Moh Mahfud Effendi, M.M. dan Dr. Reni Dwi Susanti, M.Pd., yang menyampaikan materi terkait konsep STEAM, perancangan pembelajaran berbasis proyek sederhana, serta pendampingan implementasi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa SMP di daerah. Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung dalam bentuk lokakarya, diskusi, dan pendampingan langsung kepada guru.

Pelaksanaan kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat baik dari pihak sekolah mitra. Kepala Sekolah SEPAMA, Ly Aminas, bersama jajaran pimpinan dan guru, terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Dukungan dan keterlibatan langsung dari pihak sekolah menjadi faktor penting yang menunjang kelancaran serta efektivitas program pengabdian.

Selain itu, kesempatan dan fasilitasi kegiatan ini tidak terlepas dari peran Mohamad Zain Musa, selaku President SEPAMA, yang memberikan ruang, dukungan, dan fasilitas selama kegiatan berlangsung. Dukungan tersebut memungkinkan tim pengabdi dan guru mitra berinteraksi secara intensif dalam suasana kolaboratif dan terbuka.

Selama kegiatan, guru SEPAMA menunjukkan antusiasme tinggi dan keterlibatan aktif, terutama saat merancang dan mendiskusikan contoh proyek pembelajaran yang sederhana dan kontekstual. Pendekatan STEAM yang disederhanakan dinilai membantu guru memahami bahwa pembelajaran inovatif tidak selalu membutuhkan fasilitas teknologi yang kompleks, tetapi dapat dimulai dari aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, Pendidikan Matematika UMM berharap dapat memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan serta mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, dan berkelanjutan di sekolah mitra. Kegiatan pengabdian ini juga menjadi langkah awal bagi kolaborasi lanjutan dalam pengembangan pembelajaran dan penelitian berbasis praktik pendidikan di tingkat internasional.