Guru Matematika Mojokerto bersama dengan tim Dosen Pendidikan Matematika UMM Bedah Kurikulum Merdeka, Inovasi Pembelajaran Ditekankan

Mojokerto, 4 September 2024 – Sebanyak 48 guru matematika dari 15 SMP di Kabupaten Mojokerto berkumpul di SMP Negeri 1 Pacet untuk mengikuti workshop bertema “Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Matematika”. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para guru dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam mengimplementasikan kurikulum baru, terutama dalam menghadapi tantangan yang sering muncul di lapangan. Dalam workshop ini, para peserta diajak untuk mendalami Capaian Pembelajaran Matematika Fase D, merancang kegiatan pembelajaran yang menarik, serta mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik siswa. Salah satu materi yang menarik perhatian adalah penggunaan bahan manipulatif dalam pembelajaran aljabar. Dr. Alfiani Athma Putri Rosyadi, M.Pd., salah satu narasumber, menjelaskan bahwa bahan manipulatif dapat membantu siswa memvisualisasikan konsep abstrak menjadi lebih konkret. “Dengan menggunakan persegi satuan, misalnya, siswa dapat lebih mudah memahami konsep aljabar,” ujarnya. “Workshop ini sangat bermanfaat bagi saya,” ujar peserta workshop “Saya mendapatkan banyak ide baru untuk diterapkan di kelas. Saya yakin siswa saya akan lebih senang belajar matematika dengan metode yang lebih variatif.” Ketua MGMP Matematika Kabupaten Mojokerto, berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala. “Dengan adanya workshop ini, kami berharap kualitas pembelajaran matematika di Kabupaten Mojokerto dapat terus meningkat,” ujarnya. Workshop ini ditutup dengan harapan agar para peserta dapat menjadi agen perubahan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka di sekolah masing-masing. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang baru, para guru siap untuk menciptakan pembelajaran matematika yang lebih menyenangkan dan bermakna bagi siswa.

FKIP UMM Gelar Rapat Kerja, Siap Hadapi Semester Ganjil 2024/2025

Malang, 2 September 2024 – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar rapat kerja di Rayz UMM Hotel. Rapat ini bertujuan untuk menyusun strategi dan program kerja guna menghadapi semester ganjil tahun akademik 2024/2025. Kegiatan ini dibuka oleh rektor Universitas Muhammadiyah Malang yaitu Prof. Dr. H. Nazaruddin Malik, SE., M.Si. Dalam rapat yang berlangsung seharian penuh ini, dekanat dan seluruh program studi di lingkungan FKIP UMM membahas berbagai agenda penting. Mulai dari sosialisasi program kerja fakultas dan program studi, koordinasi pelaksanaan perkuliahan, hingga pendistribusian jadwal mengajar. “Rapat kerja ini sangat penting untuk menyinkronkan program kerja seluruh program studi. Dengan demikian, kita dapat memberikan layanan pendidikan yang lebih baik bagi mahasiswa,” ujar Dekan FKIP UMM. Kegiatan dibagi menjadi empat sesi sharing yang masing-masing membahas topik yang berbeda. Setiap sesi menghadirkan pemaparan dari dekanat dan perwakilan program studi. “Saya berharap hasil dari rapat kerja ini dapat meningkatkan kualitas lulusan FKIP UMM,” ujar salah seorang peserta Di akhir acara, diadakan refleksi untuk mengevaluasi hasil rapat dan merumuskan langkah-langkah selanjutnya.

“Gali Potensi Karirmu” Webinar Nasional untuk Penggalian Sikap Matematis dan Potensi Karir Siswa Berprestasi Matematika

Kompetisi matematika penting untuk diikuti oleh peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan untuk mengasah keterampilan pemecahan masalah tingkat tinggi. Universitas HMJ Matematika UIN Walisongo Semarang menggelar Competition of Mathematics (COMMATH) pada Hari Minggu, 25 Agustus 2024. Acara diikuti oleh siswa dari berbagai jenjang pendidikan dari berbagai daerah. Pembukaan acara ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting oleh Bapak Budi Cahyono, S.Pd. M.Si selaku pembina HMJ Matematika UIN Walisongo Semarang. Pembukaan dimulai tepat pada pukul 08.30. Pengantar yang diberikan oleh Bapak Budi Cahyono difokuskan pada pemberian motivasi belajar matematika dengan tipe soal berpikir tingkat tinggi. Kompetisi matematika perlu diadakan untuk memotivasi siswa belajar dan menjadi yang terbaik. Acara selanjutnya yaitu webinar nasional yang membahas tentang potensi karir dengan tema “Bimbingan Karir dan Potensi Siswa dalam Menentukan Masa Depan yang Cerah”. Webinar ini mengundang pembicara dari Dosen Program Studi Pendidikan Matematika yaitu Ibu Siti Khoiruli Ummah, M.Pd yang berpengalaman sebagai Dosen Karir dan Kewirausahaan dan sedang menggeluti riset yang berfokus pada sikap matematis dan karir yang bersesuaian.   Topik tentang karir ini disampaikan dalam berbagai pokok bahasan. Pokok bahasan tersebut diantaranya jenis jenjang karir bagi siswa setelah lulus pendidikan jenjang SMA/MA/SMK dan potensi karir yang menunjang bagi siswa yang berkompeten di bidang matematika. Potensi karir yang dapat diambil diantaranya studi lanjut, bekerja sebagai karyawan/staf/ASN, atau berwirausaha. Adapun kompetensi matematika yang dimiliki siswa dan sudah dipupuk selama ini serta diwujudkan dalam kompetisi matematika dapat memperoleh peluang kerja yang tinggi pada studi lanjut maupun bekerja. Hal ini dikarenakan, siswa yang sudah menguasai konsep matematika dengan baik akan menguasai pula berbagai macam tes, misalnya tes kemampuan matematika dasar, tes potensi akademik, maupun tes matematika bidang studi. Setiap jenis tes masuk perguruan tinggi maupun sekolah kedinasan pasti memerlukan keterampilan penyelesaian masalah matematika bagi siswa. Sikap matematis siswa yang dapat terlihat pada siswa yang sering mengikuti kompetisi matematika diantaranya problem-solving, komunikasi matematis, kolaboratif, berpikir kritis, maupun representasi matematis. Di akhir sesi, terdapat pembagian kuisioner untuk mendukung temuan penelitian narasumber yang berisi tentang sikap matematika siswa dan pengalaman keikutsertaan siswa dalam kompetisi matematika. Pada sesi tanya-jawab, siswa sangat antusias bertanya tentang peluang studi lanjut dan tips untuk belajar matematika sebagai persiapan kompetisi.   Hasil kuisioner untuk 88 responden menunjukkan bahwa siswa lebih banyak memilih melanjutkan studi. Selain itu, sikap matematis yang paling kuat dimiliki siswa yaitu problem-solving sedangkan sikap matematis siswa yang lemah dimiliki siswa yang sering ikut kompetisi adalah kolaboratif. Hal ini dilihat dari hasil kuisioner yang menunjukkan pada aspek “saya kurang menyukai cara belajar matematika secara berkelompok”, sebanyak 52,3% siswa merespon “sangat setuju”. Artinya, siswa lebih menyukai metode ceramah oleh guru dan pemberian soal menantang oleh guru. Siswa yang mengikuti kompetisi matematika ini mempunyai prestasi belajar matematika yang sangat baik. Seluruh responden mempunyai rerata nilai di atas 88 untuk Penilaian Akhir Semester sebelumnya. Sebanyak 98% siswa pernah mengikuti kompetisi matematika maupun kompetisi sains. Artinya, siswa yang menjadi responden ini merupakan siswa yang berprestasi tinggi di sekolah dan berjiwa kompetitif.

Pembekalan Program Asistensi Mengajar (PLP II) Sekaligus Penyerahan 359 Mahasiswa FKIP UMM

Malang, 26 Agustus 2024 – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM kembali mencetak calon guru profesional. Hal ini ditandai dengan 359 mahasiswa PLP II semester ganjil 2024/2025. Dalam acara pembekalan yang berlangsung khidmat, Kepala LMT FKIP UMM, Dr. Nur Widodo, M.Kes, mengingatkan pentingnya peran PLP II dalam membentuk karakter dan kompetensi seorang guru. “PLP II adalah momen yang sangat penting bagi kalian. Manfaatkan waktu ini sebaik-baiknya untuk belajar dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah,” pesan Dr. Nur Widodo, M.Kes. Senada dengan kepala LMT, Wakil Dekan I FKIP UMM, Dr. Sugiarti, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa PLP II merupakan aset berharga bagi dunia pendidikan. “Kami berharap kalian dapat memberikan kontribusi positif bagi sekolah tempat kalian bertugas,” ujarnya. Setelah pembekalan, secara simbolis Ibu Dr. Sugiarti, M.Si menyerahkan mahasiswa PLP II kepada perwakilan kepala sekolah mitra. Para mahasiswa pun siap memulai tugas mereka sebagai calon guru di sekolah-sekolah mitra FKIP UMM.

FKIP UMM Undang Calon Mahasiswa Baru untuk Open House

Malang, 16 Agustus 2024 – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar acara Open House pada hari ini. Acara yang digelar secara daring melalui platform Zoom ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih dekat program studi yang ada di FKIP UMM kepada calon mahasiswa baru. Dalam acara ini, para peserta tidak hanya diajak untuk mengenal lebih dalam tentang program studi yang diminati, tetapi juga berkesempatan untuk bertemu dan berinteraksi dengan alumni inspiratif. Salah satu alumni yang hadir adalah Ni Putu Gita Arilaksmi, lulusan Pendidikan Matematika tahun 2015 yang kini sukses berkarier sebagai Content & Social Media Specialist di Natural Farm Indonesia (PT. Vita Shopindo – Radiant Group). Gita dalam sesi bincang santai menyampaikan bahwa ilmu yang diperoleh selama kuliah di Pendidikan Matematika sangat bermanfaat bagi dirinya dalam dunia kerja. Keterampilan berpikir logis dan analitis yang diasah selama perkuliahan, menurutnya, sangat membantu dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. “Saya sangat bersyukur memilih Pendidikan Matematika di UMM. Ilmu yang saya dapatkan tidak hanya sebatas matematika, tetapi juga soft skills yang sangat berguna dalam dunia kerja,” ujar Gita. Selain sesi bincang santai dengan alumni, peserta Open House juga berkesempatan untuk mendapatkan informasi mengenai beasiswa dan berbagai keuntungan lainnya jika memilih FKIP UMM. Bagi calon mahasiswa yang ingin bergabung dengan FKIP UMM, jangan lewatkan kesempatan ini. Segera daftarkan diri Anda dan jadilah bagian dari generasi emas FKIP UMM.

Mahasiswa Pendidikan Matematika UMM Raih Bronze Medal dan Favorite Video di Lomba Essay Nasional IDEA FEST 2

Pada tanggal 27-28 Juli 2024, mahasiswa Pendidikan Matematika UMM mendelegasikan 2 tim dalam mengikuti Lomba Essay Tingkat Nasional pada IDEA FEST 2 yang diselenggarakan oleh  Institut Pertanian Yogyakarta bertempat di Yogyakarta. Mereka membawakan materi Essay yang membahas bagaimana proses berpikir relasional siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual. Tujuan dari dibentuknya Essay ini sendiri untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan meningkatkan kreativitas dan inovasi. Selain itu, keterkaitan kepenulisan Essay ini dengan dunia Matematis adalah masalah kontekstual yang berhubungan dengan Matematika, bagaimana proses berpikir relasional siswa ini dalam menyelesaikan masalah kontekstual matematika Tim tersebut terdiri dari mahasiswa Pendidikan Matematika angakatan 2021 yang dibagi menjadi 2 tim, yaitu : TIM 1 : Syafrida Azmi Aulia Annisa Khoirunnillah TIM 2 : Annisa Khoirunnillah Fitrotun Nisa Auliya Lely Mereka juga menjelaskan kesan dan tanggapan juri kepada mereka. “Juri sangat meberi kesan yang sangat baik dan juga memberikan saran-saran pengembang kepada kami agar lebih dapat mengembangkan karya ini” tutur Syafirda Azmi Aulia. Tim 1 juga sedikit menjelaskan tentang penelitian mereka dimana proses penyelesaian masalah matematika selalu dikaitkan dengan cara siswa berpikir dan bernalar dalam proses pembelajaran, sehingga pengembangan pembelajaran matematika lebih mengutamakan pada kemampuan berpikir yang analitis, kritis, logis, sistematis serta kreatif. Tujuan dari berpikir tentang matematika adalah untuk memberikan bekal kepada siswa dalam penggunaan matematika di kehidupan sehari-hari. Salah satu proses berpikir tingkat tinggi yaitu siswa dapat mengaitkan antar konsep dari pembelajaran sebelumnya dan diterapkan dalam proses penyelesaian suatu masalah yang diberikan, hal ini disebut sebagai berpikir relasional dan siswa dapat dikatakan telah berpikir relasional jika siswa mampu menghubungkan antar objek dan antar konsep, serta menggunakan tanda sama dengan sebagai bentuk relasi dalam proses penyelesaian masalah. Berdasarkan uraian di atas diketahui bahwa dalam proses pembelajaran matematika dengan memberikan permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari hari kepada siswa merupakan hal yang sangat penting untuk dikuasai. Hal ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam proses penyelesaian masalah. Selain itu, salah satu fokus pembelajaran matematika adalah kemampuan siswa dalam mengaitkan antar konsep dari pembelajaran sebelumnya dan digunakan dalam proses penyelesaian suatu masalah yang diberikan. tak lain juga Tim 2 sedikit menjelaskan bahwa Essay yang mereka bawakan tentang media pembelajaran yang ditujukan untuk siswa smp. Terdapat berbagai macam pelajaran yang kita dapatkan mulai dari sekolah dasar hingga pada perguruan tinggi, salah satunya ialah matematika. Matematika mempunyai peranan penting dalam berbagai displin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Ilmu matematika yang sering dianggap susah dan kurang menyenangkan yang menjadi latar belakang kami menulis essay ini agar bisa di terapkan pada dunia pendidikan untuk membuat kalangan siswa merasa nyaman jika belajar matematika sambil bermain. Menumbuhkan sikap aktif dalam belajar pada diri siswa tidaklah mudah, metode pembelajaran harus diciptakan dengan kreatif oleh seorang pengajar.  Diharapkan dapat selalu mengatasi permasalahan yang dihadapi siswanya dalam proses pembelajaran. Suasana belajar yang menyenangkan serta membuat siswa lebih berminat dan termotivasi untuk belajar sehingga aktivitas siswa dalam belajar meningkat. fasilitator yang berasal dari guru dapat memberikan dukungan terhadap terciptanya proses pembelajaran kondusif, agar siswa mampu belajar secara aktif menuju belajar yang mandiri. Dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, kreatif, dan imajinatif maka peranan bermain sambil belajar memiliki peran penting. Guru dapat memilih pendekatan metode pembelajaran matematika, serta merancang bermain sambil belajar matematika di kelas.Terdapat banyak tanggapan dari juri pada saat dilakukannya presentasi poster salah satunya media ini harus dikembangkan dengan baik dengan tahapan yang lebih efektif dan juga dibuat dengan cara jangkauan yang mudah untuk dijangkau publik.

Lokakarya Pembentukan Kelompok Bidang Ilmu Dosen Pendidikan Matematika Universias Muhammadiyah Malang

Dalam upaya meningkatkan produktivitas dan relevansi penelitian serta pengabdian masyarakat, Prodi Pendidikan Matematika UMM menggelar Lokakarya pengelompokan kepakaran pada 3 Agustus 2024. Seluruh dosen hadir dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Dosen Prodi Pendidikan Matematika ini. Lokakarya ini bertujuan untuk merumuskan kelompok-kelompok keilmuan yang lebih spesifik berdasarkan keahlian dan minat masing-masing dosen. Dengan adanya kelompok-kelompok ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang lebih kuat dalam menghasilkan karya-karya ilmiah berkualitas, serta meningkatkan kualitas pembimbingan tugas akhir mahasiswa. Adapaun kelompok bidang ilmu yang dihasilkan pada Lokakarya ini yaitu ada tiga kategori besar : a) Pembelajaran matematika, b) komputasi, dan c) materi matematika. Selanjutnya dari ketiga kelompok besar itu dijabarkan lebih khusus ke dalam beberapa keahlian dosen antara lain : a) Media dan sumber belajar, b) Strategi Pembelajaran, c) Kurikulum dan Evaluasi, d) Psikologi Kognitif, e) Komputasi matematika, f) Cyber Pembelajaran, g) Aljabar, h) Analisis, i) Geometri, dan j) Statistika. “Dengan adanya kelompok keilmuan ini, kami berharap dapat menghasilkan karya-karya yang lebih inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ibu Zukhrufurokhmah, M.Pd, sekprodi Pendidikan Matematika. Harapannya, setelah kegiatan Lokakarya ini maka akan diarahkan pada penelitian, pengabdian dan pembimbingan tugas akhir mahasiswa sesuai dengan bidang keahlian

Selamat dan Sukses kepada Dr.Octavina Rizky Utami Putri, M.Pd atas diraihnya gelar Doktor (S3) Pendidikan Matematika

Dr.Octavina Rizky Utami Putri, M.Pd, seorang dosen Prodi Pendidikan Matematika di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), telah berhasil menempuh gelar Doktor (S3) Pendidikan Matematika. Kecintaan beliau terhadap kepenulisan dapat meembuahkan hasil pada penelitian disertasinya dengan judul “Pertumbuhan Pemahaman Matematis pada Berpikir Kreatif: Perspektif Teori Pirie-Kieren”. Pentingnya berpikir kreatif bagi siswa untuk membangun pemahaman matematis yang lebih mendalam, menjadikannya terwujudnya sebuah penelitian “Pertumbuhan Pemahaman Matematis pada Berpikir Kreatif: Perspektif Teori Pirie-Kieren” ini. Menurut beliau, pertumbuhan pemahaman matematis terjadi ketika siswa melibatkan berpikir kreatif dalam menyelesaikan masalah bangun datar. Hal ini erat kaitannya dengan konsep kreatif mini-c, yaitu proses mengoneksikan pengetahuan sehingga terjadi pembentukan pemahaman baru bagi individu. Pemahaman bersifat dinamis, terus berubah, berkembang, bergeser, dan tumbuh sebagai mana yang telah dikaji pada teori Pirie-Kieren. Teori Pirie-Kieren digunakan sebagai alat untuk menguraikan pertumbuhan pemahaman pada berpikir kreatif. Terwujudnya sebuah penelitian disertasi ini juga memberikan kesan berharga bagi beliau. Tak lupa juga beliau berterima kasih kepada seluruhnya yang sudah menjadi support system terbaik dalam mendukung tugas belajar beliau selama 3 tahun. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersedia diajak diskusi untuk mendukung penelitian yng beliau lakukan. Terima kasih telah juga kepada seluruh pihak yang telah memberikan doa dan motivasi dalam setiap tahap ujian-ujian dalam penyelesaian studi doktoral. Tak lupa juga beliau berpesan bahwa “Mari belajar dari Surat Al Insyirah, bahwa setiap kesulitan yang kita alami akan diiringi kemudahan oleh Allah, maka apabila telah selesai dari sesuatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain, dan hanya kepada Allah lah kita berharap”.

TIM PMM UMM dari Prodi Pendidikan Matematika Melakukan Pendampingan Pengembangan Modul Ajar dalam Menyiapkan Implementasi Kurikulum Merdeka di MI Muhammadiyah 2 Pendil

Tim Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PMM) dari Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), telah melaksanakan kegiatan pendampingan dalam pengembangan modul ajar untuk mempersiapkan implementasi Kurikulum Merdeka di MI Muhammadiyah 2 Pendil. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut dengan menyiapkan guru-guru dalam menghadapi perubahan kurikulum yang lebih fleksibel dan berorientasi pada pengembangan karakter siswa. Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan yang memberikan kebebasan kepada sekolah dan guru untuk menyusun proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi siswa. Dalam rangka mengimplementasikan kurikulum ini, para guru perlu dilengkapi dengan modul ajar yang sesuai dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Untuk itu, pendampingan dari tim PMM UMM sangat diperlukan agar guru-guru dapat memahami dan mengaplikasikan kurikulum tersebut dengan efektif. Tim PMM UMM terdiri dari mahasiswa Dwi Wahyu Puspitasari dan Wahyu Puspa Larasati, dengan dosen pendamping lapangan Zukhrufurrohmah, M.Pd. Tim ini bekerja sama untuk memberikan pendampingan kepada para guru di MI Muhammadiyah 2 Pendil. Kegiatan pendampingan ini melibatkan beberapa tahapan penting, yaitu: 1) Analisis Kebutuhan; Tim PMM melakukan analisis kebutuhan untuk memahami kesulitan yang dihadapi oleh guru-guru di MI Muhammadiyah 2 Pendil dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Proses ini melibatkan diskusi dan wawancara dengan para guru untuk mengidentifikasi area yang memerlukan bantuan, 2) Pelatihan dan Workshop; Tim PMM menyelenggarakan pelatihan dan workshop untuk para guru. Materi yang disampaikan meliputi cara penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), penggunaan media pembelajaran yang kreatif, dan metode evaluasi hasil belajar yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka, dan 3) Pengembangan Modul Ajar; Bersama dengan para guru, tim PMM membantu dalam pengembangan modul ajar yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Modul ini dirancang agar dapat mengakomodasi kebutuhan belajar siswa dan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran yang lebih fleksibel serta berorientasi pada pengembangan karakter. Kegiatan pendampingan ini memberikan dampak positif bagi MI Muhammadiyah 2 Pendil. Para guru merasa lebih siap dan percaya diri dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Mereka kini memiliki modul ajar yang dapat digunakan sebagai panduan dalam proses pembelajaran yang lebih efektif dan menarik bagi siswa. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara UMM dan MI Muhammadiyah 2 Pendil, serta memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa yang terlibat dalam tim PMM. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam konteks nyata dan berkontribusi langsung dalam peningkatan kualitas pendidikan di masyarakat. Pendampingan pengembangan modul ajar oleh tim PMM UMM dari Prodi Pendidikan Matematika di MI Muhammadiyah 2 Pendil merupakan contoh konkret dari peran perguruan tinggi dalam mendukung dunia pendidikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan implementasi Kurikulum Merdeka dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang optimal bagi perkembangan siswa, sekaligus memperkaya pengalaman praktis bagi para mahasiswa yang terlibat.

TIM PKM-RSH Prodi Pendidikan Matematika UMM Integrasikan Budaya, Matematika dan Teknologi Untuk Perkuat Profil Pelajar Pancasila Siswa SMP

Tim Program Kreativitas Mahasiswa-Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang yang diketuai oleh Qurrotun Akyun berhasil mendapatkan Pendanaan dari Kemenristek Dikti Tahun anggaran 2024. Tim ini telah berhasil mengembangkan sebuah desain inovasi yang mengintegrasikan budaya lokal, matematika, dan teknologi guna memperkuat Profil Pelajar Pancasila siswa SMP. Dalam pelaksanaan pengembangan desain Proyek Penguatan Profil Pelaar Pancasila (P5), Qurrotun Akyun bersama anggota empat anggota tim PKM-RSH yakni  Alya Maisara dan Fara Fadila yang berasal dari Pendidikan Matematika serta Verdiyant Udiyas Arighi dan Rofiful Azhar Right Way  yang merupakan mahasiswa Prodi Teknik Informatika, memanfaatkan media animasi berbasis Adobe Animate untuk menciptakan desain pembelajaran P5 yang tidak hanya mendalam secara akademis tetapi juga relevan secara budaya. Proyek ini berfokus pada pengembangan desain Profil Pelajar Pancasila dengan memanfaatkan kajian etnomatematika yang dilaksanakan di Candi Singosari, Malang. Etnomatematika, yang mengkaji unsur-unsur matematika dalam konteks budaya lokal, menjadi dasar penting dalam pengembangan desain ini. Media Adobe Animate digunakan untuk menciptakan materi ajar yang menarik dan interaktif, yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila sambil memperkaya pengetahuan mereka tentang matematika dalam konteks budaya. Proyek ini terlaksana Melalui pengembangan desain P5 ini, Minatun Nadlifah, M.Pd selaku pembimbing Tim PKM-RSH Prodi Pendidikan Matematika UMM, berharap dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan Profil Pelajar Pancasila yang lebih terintegrasi dengan budaya lokal, matematika, dan teknologi. Inovasi ini juga diharapkan dapat menjadi modrl bagi penerapan kurikulum Merdeka yang lebih integratif dan kontekstual, serta mendorong pengembangan pendidikan yang lebih relevan dengan budaya lokal dan kebutuhan siswa.